Technolgy

Perbedaan AI dan Machine Learning yang Perlu Diketahui

Angela Paramitha2 September 2025
Perbedaan AI dan Machine Learning yang Perlu Diketahui

Banyak orang sering menyamakan kecerdasan buatan dengan pembelajaran mesin, padahal keduanya tidak sepenuhnya sama. Perbedaan AI dan Machine Learning terletak pada ruang lingkup, tujuan, serta cara kerjanya. Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa lebih tepat dalam menggunakan teknologi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bisnis, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari.

Apa Itu AI

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang berfokus pada menciptakan sistem yang mampu meniru kecerdasan manusia. AI memungkinkan komputer untuk melakukan tugas-tugas kompleks seperti memahami bahasa, mengenali gambar, hingga membuat keputusan. Contoh penerapannya bisa ditemukan pada asisten virtual, sistem rekomendasi film, hingga mobil otonom. Tujuan utama AI adalah menghadirkan teknologi yang bisa berpikir dan bertindak layaknya manusia.

Apa Itu Machine Learning

Machine Learning (ML) adalah salah satu cabang dari AI yang berfokus pada kemampuan sistem untuk belajar dari data. Dengan ML, komputer tidak hanya diprogram untuk mengikuti instruksi tertentu, tetapi juga dapat meningkatkan kinerjanya seiring waktu berdasarkan pola data yang dipelajari. Contoh nyata penggunaan ML adalah filter spam di email, deteksi wajah pada kamera smartphone, dan algoritma prediksi harga saham. Intinya, ML membantu komputer memahami data dan membuat keputusan tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Perbedaan AI dan Machine Learning

Berikut ini adalah perbedaan AI dan Machine Learning

Artificial Intelligence (AI)

AI memiliki cakupan yang sangat luas. Teknologi ini tidak hanya terbatas pada pembelajaran dari data, tetapi juga mencakup sistem berbasis aturan (rule-based system), pemrosesan bahasa alami (NLP), robotika, hingga computer vision. AI dirancang agar mesin bisa meniru proses berpikir manusia, termasuk kemampuan untuk memahami, bernalar, merencanakan, hingga mengambil keputusan dalam berbagai situasi.

Misalnya, AI bisa mengatur lalu lintas kota pintar, mengenali wajah untuk sistem keamanan, atau mengontrol robot industri agar bisa bekerja secara otomatis.

Machine Learning (ML)

ML merupakan sub-bidang dari AI yang lebih sempit cakupannya. Fokus utamanya adalah mempelajari pola dari data lalu menggunakan pola tersebut untuk membuat prediksi atau keputusan.

Contoh: algoritma ML yang digunakan oleh Netflix untuk mempelajari kebiasaan menonton penggunanya dan merekomendasikan film yang sesuai.

Tujuan AI

Tujuan utama AI adalah menciptakan mesin yang bisa meniru kecerdasan manusia secara menyeluruh. Artinya, AI tidak hanya terbatas pada satu kemampuan (misalnya prediksi data), tetapi juga bisa berkomunikasi, mengambil keputusan kompleks, dan beradaptasi dengan situasi baru. Dalam pengembangan jangka panjang, tujuan AI bahkan diarahkan ke arah Artificial General Intelligence (AGI), yaitu mesin yang benar-benar bisa berpikir layaknya manusia di berbagai bidang.

Tujuan ML

Tujuan ML lebih sempit, yaitu membuat mesin belajar sendiri dari data tanpa harus diberikan instruksi secara manual. Semakin banyak data yang dipelajari, semakin cerdas dan akurat prediksi yang dihasilkan. Misalnya, sebuah sistem ML untuk mendeteksi penipuan kartu kredit akan semakin akurat mendeteksi aktivitas mencurigakan setelah memproses jutaan data transaksi.

Pendekatan AI

  • Berbasis aturan logika yang sudah ditentukan programmer.
  • Menggunakan algoritma pencarian untuk menemukan solusi terbaik dari suatu masalah.
  • Memanfaatkan algoritma kompleks yang meniru cara berpikir manusia.
  • Atau mengombinasikan semuanya dengan pembelajaran berbasis data (Machine Learning).
  • Contohnya: sistem pakar medis yang menggunakan basis pengetahuan dan aturan tertentu untuk membantu dokter mendiagnosis penyakit.

Pendekataan ML

Pendekatan ML lebih terfokus pada analisis data. Algoritma ML menggunakan teknik seperti regresi, clustering, decision tree, neural network, hingga deep learning untuk menemukan pola. Semakin baik kualitas data dan semakin besar jumlah data, semakin baik pula performa ML. Jadi, inti dari ML adalah data-driven approach.




Background Solution

We run all kinds of IT services that vow your success

Contact our Expert