Nusa Insight

7 Dampak Negatif Artificial Intelligence yang Perlu Diwaspadai

16 October 2025
7 Dampak Negatif Artificial Intelligence yang Perlu Diwaspadai

Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi, penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin meluas di berbagai sektor kehidupan. Namun dibalik manfaatnya yang luar biasa, terdapat pula dampak negatif artificial intelligence yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, pemerintah, hingga industri teknologi itu sendiri.

Kehadiran AI telah merevolusi cara kita bekerja, belajar, hingga berinteraksi secara digital. Tetapi tanpa pengawasan dan regulasi yang tepat, AI bisa membawa konsekuensi yang tidak diinginkan. Maka dari itu, memahami risiko dan dampak negatif dari AI menjadi hal yang penting agar kita bisa memanfaatkan teknologi ini secara bijak.

Apa Itu Artificial Intelligence?

Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan buatan yang memungkinkan mesin atau ataupun sistem komputer memiliki kemampuan untuk meniru kemampuan berpikir manusia. Teknologi ini dibuat untuk bisa menjalankan berbagai tugas.

Dampak Negatif Artificial Intelligence

Meskipun memberikan banyak kemudahan, AI juga memiliki sisi gelap yang perlu diwaspadai. Berikut adalah tujuh dampak negatif artificial intelligence yang penting untuk diketahui:

1. Pengurangan Lapangan Kerja

AI dan otomatisasi dapat menggantikan pekerjaan manusia, terutama di sektor manufaktur, layanan pelanggan, dan administrasi. Jika tidak diimbangi dengan pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan digital, hal ini dapat menyebabkan lonjakan pengangguran.

2. Ketimpangan Ekonomi

Perusahaan besar yang menguasai teknologi AI cenderung menikmati keuntungan lebih besar, memperlebar jurang antara pelaku usaha skala besar dan kecil. Hal ini bisa menimbulkan ketimpangan ekonomi yang semakin tajam di masyarakat.

3. Penyalahgunaan Teknologi

AI dapat dimanfaatkan untuk tujuan berbahaya seperti pembuatan deepfake, penipuan berbasis bot, hingga manipulasi opini publik melalui media sosial. Tanpa pengawasan dan regulasi ketat, AI bisa menjadi alat berbahaya di tangan yang salah.

4. Ancaman terhadap Privasi Data

AI membutuhkan data dalam jumlah besar untuk berfungsi optimal. Proses pengumpulan dan pemrosesan data ini dapat melanggar privasi individu jika tidak diatur dengan transparansi dan izin yang jelas.

5. Bias dan Diskriminasi Algoritma

Algoritma AI bisa menyerap bias dari data yang digunakan untuk melatihnya. Akibatnya, keputusan yang diambil—seperti seleksi kerja, pemberian kredit, atau hukuman pidana—dapat menjadi tidak adil dan diskriminatif terhadap kelompok tertentu.

Baca Juga : 12 Jenis Jenis Malware Berbahaya di Dunia Maya

6. Ketergantungan Berlebihan terhadap Teknologi

Penggunaan AI yang berlebihan dapat membuat individu atau organisasi kehilangan kemampuan berpikir kritis, membuat keputusan mandiri, atau menyelesaikan masalah tanpa bantuan teknologi.

7. Ancaman terhadap Sistem Keamanan IT

AI yang tidak dibangun dengan sistem keamanan siber yang kuat dapat menjadi celah bagi serangan. Misalnya, AI dalam sistem jaringan perusahaan yang tidak dilindungi bisa dimanipulasi untuk membocorkan data, mengganggu operasional, atau membuka akses ke sistem sensitif. Bagi perusahaan seperti Nusa Network Prakarsa yang fokus pada infrastruktur dan proteksi digital, integrasi AI harus selalu dibarengi dengan firewall, enkripsi, dan pemantauan ancaman secara real-time.

Background Solution

We run all kinds of IT services that vow your success

Contact our Expert