Nusa Insight
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree dalam Jaringan

Topologi Tree menjadi salah satu metode topologi yang kerap digunakan. salah satu keunggulan dari topologi ini mudah dikembangkan. Nah bagi Anda yang sekarang ingin menerapkan topologi ini, berikug ini adalah gambar topologi Tree yang perlu Anda ketahui.
Apa Itu Topologi Tree
Topologi tree adalah struktur jaringan yang menggabungkan konsep topologi bus dan topologi star menjadi satu pola hierarki berbentuk pohon. Pada konfigurasi ini terdapat satu node pusat yang menjadi induk, lalu terhubung ke node-node cabang yang menjadi akar jaringan. Cabang tersebut dapat memiliki subcabang lain sesuai skala dan kebutuhan.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree
Kelebihan Topologi Tree
Topologi tree memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya populer pada jaringan tersegmentasi. Berikut beberapa keunggulan utamanya:
Struktur Hierarki Lebih Rapi
Topologi ini memberikan sistem pengelompokan jaringan yang jelas melalui pembagian node secara bertingkat. Administrator dapat mengetahui setiap titik distribusi dengan mudah sehingga troubleshooting menjadi lebih cepat.
Mudah Dikembangkan
Karena arsitekturnya berbentuk pohon, penambahan perangkat baru sangat fleksibel. Anda cukup menambahkan cabang baru tanpa mengganggu struktur utama. Ini menjadi nilai tambah untuk perusahaan yang terus berkembang.
Isolasi Gangguan Lebih Terkontrol
Jika satu node cabang mengalami masalah, biasanya gangguan hanya terjadi di area tersebut. Cabang lain tetap dapat berfungsi normal sehingga risiko gangguan besar dapat diminimalkan.
Mendukung Jaringan Skala Besar
Topologi tree mampu menampung banyak workstation dan perangkat jaringan karena sifatnya yang modular. Ini sesuai untuk organisasi yang membutuhkan koneksi stabil serta distribusi trafik yang teratur.
Baca Juga : Mengenal Macam Macam Topologi Jaringan Komputer dan Kelebihannya

Kekurangan Topologi Tree
Meski fleksibel, topologi tree juga memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan.
Ketergantungan pada Node Utama
Jika node pusat mengalami kerusakan, seluruh jaringan dapat terpengaruh. Oleh karena itu deployment topologi ini membutuhkan perangkat yang kuat dan berkualitas.
Biaya Instalasi Cenderung Lebih Tinggi
Semakin banyak cabang dan subcabang, semakin banyak pula kabel, switch, dan perangkat pendukung lainnya. Hal ini membuat topologi tree membutuhkan anggaran yang lebih besar dibanding topologi sederhana.
Konfigurasi Lebih Kompleks
Karena strukturnya bertingkat, pengelolaan jaringan membutuhkan tenaga IT yang memahami manajemen hierarki. Jika konfigurasi salah, maka risiko bottleneck bisa muncul.
Perawatan Membutuhkan Monitoring Rutin
Agar performanya stabil, administrator harus memantau jalur komunikasi secara berkala. Jika ada node yang lemah, bisa mempengaruhi cabang di bawahnya.
Jika perusahaan Anda membutuhkan peningkatan infrastruktur IT, Nusa Network Prakarsa siap membantu. Kami menyediakan solusi lengkap mulai dari Network Infrastructure, Data Center Infrastructure, Security Infrastructure, hingga IoT Solution untuk mendukung operasional bisnis agar lebih aman, stabil, dan efisien.
Hubungi tim Nusa Network Prakarsa melalui whatsapp ini untuk konsultasi dan temukan solusi terbaik bagi kebutuhan perusahaan Anda.

